Selasa, 16 Oktober 2012

Meng-COREL DRAW-kan Hati


Selama gue ngikutin matakulih wajib, gue jadi inget pas pertama masuk SMK. Gue diajarin langkah-langkah awal dalam mengenal desain pakai Corel Draw. Begitu juga dengan dosen gue yang super duper keren – Mr. Murtoyo. Beliau ngajarin langkah-langkah kenal desain bagi pemula dengan sangat mantep!
Tanpa pernah tak bersemangat, gue ngikutin langkah-langkah itu dengan seksama setiap minggunya. Inilah yang gue serap dari pelajaran desain di kelas gue:
1.     Simple Objects
Pada pertemuan pertama pagi itu gue dan temen-temen sekelas yang masih campuran dari berbagai prodi ini dibuat tercengang-cengang atas kehadiran sesosok monyet di layar LCD. Why to be like that? Karena dosen gue yang ajaib ini membuatnya hanya dengan menggabungkan lingkaran-lingkaran. Fantastic! Itulah yang ada dalam fikiran kami saat itu.
Beliau memperkenalkan kami dengan tools sederhana yang ada di Corel Draw dan juga fungsi masing-masing. Disini praktik secara langsung pun juga dilakukan. Gue masih inget apa yang dicontohin dulu: sebuah taman wisata dengan mobil, awan, pohon, pagar yang semuanya dibuat dari shape-shape sederhana (rectangle and ellipse) dan juga pemainan warna-warna yang ada di palet.
Dalam pelajaran hari itu, beliau memberikan tugas untuk membuat objek-objek sederhana minimal 3 buah. Inilah hasil karya gue:


Komik Hati


Judul                     : Komik Hati
Penulis                  : Delfi A. Halim
Tahun                    : April 2008
Penerbit                : Gagas Media
Tebal                    : 176 halaman



Gue udah baca novel ini 6 kali, tapi heran, kok nggak ada bosen-bosennya ya? Awalnya gue minjem dari sahabat gue pas SMP, terus pas lagi jalan-jalan ke bazaar buku, gue nemu novel ini dan gue beli. Walhasil, gue kecanduan baca ini novel. Dampak berikutnya adalah pas gue masuk kuliah dan cari kost-an, gue kebayang-bayang kisah seru di novel ini. Tapi gue nge-kost-nya di kost-an khusus cewek.
Pas gue bawa novel ini ke kost-an (setelah temen-temen kost gue pada minjem), nih novel jadi trending topic di meja makan. Kami cerita ngalor-ngidul tentang adegan-adegan konyol novel ini. Ehh giliran gue baca novel ini (lagi!) di kampus, beberapa orang nanya, “Komik. Tapi kok tulisan semua gini?”. Aduh alamak! Ini novel, judulnya aja yang komik hati.   (_ _!!)
Novel ini bisa buat gue ngakak total. Gimana nggak? Adaaaa aja yang dilakuin Ardi dkk yang emang nggak waras itu. Mulai dari jadi pocong sampai jadi bencong. Dan dari semua itu, mereka selalu ketiban sial. – hahaha.. rasain lu.. :p
Pas baca bagian kesan pertama Ardi ketemu Astrid, gue ngerasa gimanaaa gitu. Kayak ada cemburu dejavu. Apalagi pas si Astrid bela-belain nangis gara-gara poster black goblin ke lima (yang Naomi bawa bunga mawar) mau dirobek mamanya. Jadi ya gue ikutan deg-degan sendiri nggak jelas gitu deh.
Udah ahh.. Yuk kemon baca resensi gue tentang nih novel!

Senin, 15 Oktober 2012

Inauguration Night of Professional 1


Sehari sebelum gue pulang kota nih (kan rumah gue Kota Kediri, bukan Kampung Kediri. hehehe..) tepatnya Sabtu tanggal 6 kemarin, dosen fotografi gue ngajakin anak-anak kelas gue buat hangout bareng. Hari itu kami janjian di Krida Budaya – Malang buat ngumpul jam 5 sore. Ehh ndilalah hujan. Akhirnya rencana pun kepentok hujan.
Dengan galaunya gue nunggu si Kholik, temen sekelas gue buat jemput. Maklum, kan gue nggak bawa motor, jadi nebeng ke temen gue. Udah gitu ditelponin pula sama Fita (temen sekelas gue juga) dan Wahyu (ketua kelas gue) yang buat gue bingung. Walhasil, pas gue nengok ke pagar, ada 2 orang yang jemput gue di kost-an.
Kami hangout di House of Juminten. Begitu sampai di sana, langsung pesen makanan. Sambil nunggu tuh pesenan dateng, diisi dengan ketawa-ketawa, nyanyi-nyayi, dan main UNO. Di sela-sela itu, gue selaku salah satu panitia malam penobatan yang nggak jelas ini ngebacain kategori-kategori dan juaranya yang diambil dari polling sms pilihan pemirsa voting anak-anak kelas gue.
Ini dia kategori-kategori dan juaranya:

Selasa, 24 Juli 2012

Surat Cinta untuk Tuhan


             Tiga tahun yang lalu….
“Ibuk, Ibuk mau ke mana?” tanya seorang gadis mungil yang kira-kira berusia enam tahun. Matanya tak berhenti menatap wajah ibunya yang di make-up. Tangan kecilnya memainkan jari-jarinya, mengkaitkan kedua telunjuknya, lalu melepaskannya lagi.
“Ibuk mau kerja, Nduk. Kamu di rumah nggak boleh nakal ya?” jawab ibunya lembut.
“Wulan ikut ya, Buk? Wulan janji nggak akan nakal, Wulan nggak akan ganggu Ibuk,” rengek gadis kecil itu. Matanya menyorot penuh harap pada ibunya.
“Wis to, Nduk, cah ayu. Kamu di rumah ae yo, Nduk,” ucapnya seraya menutup lipstick merah yang baru saja dipakainya.
“Wulan ikut, Wulan ikut,” rengeknya manja. Air matanya menetes satu.
Ibunya mengelus lembut rambut anak semata wayangnya dengan penuh kasih sayang. Kemudian menggendongnya. “Wulan, kamu nggak boleh kayak gitu. Ibuk kerja buat makan Wulan sama ibuk juga. Wulan nggak boleh nakal,” tuturnya dengan setengah berbisik tepat di telinga Wulan. Sekali lagi air mata Wulan menetes. Ia meronta ingin turun. Ibunya menuruti.
“Wis yo, Nduk. Ibuk berangkat dulu,” pamit ibunya dengan hati-hati. Wulan mencium punggung tangan ibunya.
“Daaa-daaah, Ibuk,” ucapnya sembari melambaikan tangannya di udara. Matanya masih menatap ibunya yang berjalan menjauh dari rumahnya. Pintu rumah pun ia tutup kala ibunya sudah tak terlihat ketika sudah berbelok di ujung gang.
Jam masih menunjukkan pukul empat pagi. Fajar yang menyingsing masih sebagian. Ibu Wulan berjalan sedikit gontai. Wajahnya di poles cantik nan rupawan. Baju transparannya bermotif biru muda dari benang dan manik-manik kecil yang mengilat saat ditempa cahaya. Kain batiknya menutupi hingga mata kaki. Kakinya yang telanjang tanpa alas kaki membuatnya sesekali meringis kesakitan kala menginjak batu yang tajam.
***

Senin, 28 Mei 2012

My Eighteenth Birthday


Ya Allah, terimakasih atas udara yang masih bisa aku hirup untuk bernafas selama 18 tahun ini. Terimakasih atas semua nikmat, rahmad, dan hidayah-Mu. Terimakasih juga atas jalan 'istimewa' yang Engkau berikan untukku belajar kehidupan.
Terimakasih juga Engkau menciptakan aku di tengah2 orang istimewa. :)


Kemarin (25), gue genap 18 tahun. Ternyata ngga sebentar ya gue mampir di dunia ini. I wish, semoga jalan kehidupan ini semakin dimudahkan-Nya, semoga selalu diberikan yang terbaik, dan semoga diberikan kesehatan, kecerdasan, kefahaman, ke-taat-an dan kelancaran rezeki. Amin.
Dan Alhamdulillah gue lulus UN 2012 ini.. :)

Terimakasih buat kakak temuan gue, Robby Prasetyo, yang selalu inget tiap taun. Terimakasih juga buat sobat sebangku gue di SMP, Mar'atus Sholichah. Dan sobat sebangku gue di SMA, Yumita Agustina yang kali ini udah mandi. Terimakasih buat Zeniarotul Badriah yang gue ngga bisa deskripsiin seperti apa. Terimakasih buat kakak temuan gue satu lagi, Erfa Karunia yang bela-belain nelpon meski beda operator. Terimakasih buat temen SMP gue, Iwan Setyo, yang buat hape gue bunyi tengah malem. Terimakasih buat kakak sepupu gue, Dika yang gue rampok untuk ngasih magnum brownies sama hapenya..
Terimakasih juga buat temen-temen social media gue yang baik..
Over all, gue berterimakasih banyak buat kalian semua... Gomawo.. :)


Bakal seperti apa kehidupanku ke depan? Who knows?

Rabu, 23 Mei 2012

#theBali


Aku nulis lagi nih. Tapi bukan buat nulis tutorial. Kemarin aku baru pulang dari Bali untuk yang kedua kali.  Pengalaman pertama dateng ke sana bener-bener aku manfaatin buat mengatur barang bawaan, me-manage tenaga sekaligus menghemat uang tentunya. Hahaha..
Bali, the most beautiful island, the greatest destination.
Kalimat itu emang tepat banget. Kemarin tanggal 28 sampai 30 April gue baru melancong ke sana. Gimana serunya? Yuk simak!
28 April 2012
·         Tanah Lot
Tujuan pertama pagi itu adalah ke pantai putus cinta. Itu loh, pantai yang ada pura di tengah lautnya. Jujur aja, gue nggak mandi pagi itu. Soalnya, selain karena bus gue datengnya telat, seluruh kamar mandi dan toilet antri berat. Walhasil, gue cuma sempet ganti baju sama pake banyak minyak wangi di dalam bus. Entah apakah tiap gue ke tanah lot udah ditakdirkan buat pake baju warna pink. Pasalnya, pas hari itu gue pake baju warna soft pink, dan beberapa taun sebelumnya gue juga pake kemeja pink.

Jumat, 18 Mei 2012

Payau di Pinangmu

Sawang-sawang membenar di usuk
Di usung kaki kapar tua
Kincir yang memutar sedemikian mengaburkan mata-mata
Pinisilin ringkih itu tanya menanya
Adakah jiwa teraniaya?
Adakah kebohongan menyerta?
Pinangmu terkunci petang itu
Dengan cita berlebih
Dengan suka tertata
Berhari-hari, berpagi-pagi, bersenja-senja
Risau ku tenggak berhariku
Dalam pinangan payaumu aku mati setiap detik
Biru dan haru

by: Agus M. A.